Caption :Lurah Kota Wetan, Wahyu Setiawan, S.E., M.AP, dalam sambutannya menekankan bahwa Ketua RW memegang peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan publik(foto/Raja Risnandi)
Pojokgarut.com — Dinamika demokrasi di tingkat akar rumput kembali menunjukkan wajah matangnya. Sebanyak 23 Ketua Rukun Warga (RW) se-Kelurahan Kota Wetan resmi dilantik untuk masa bakti 2026–2031, dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Aula Kelurahan Kota Wetan, Rabu (7 Januari 2026).
Meski sempat mengalami keterlambatan sekitar 1,5 jam dari jadwal semula, pelantikan tetap berlangsung khidmat dan penuh makna. Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan atas mandat rakyat yang lahir melalui beragam mekanisme demokratis, mulai dari pemilihan langsung hingga pengukuhan berdasarkan musyawarah warga.
Peta Kepemimpinan RW: Incumbent, Pendatang Baru, dan Pengukuhan Pleno
Dari total 23 RW, terdapat lima RW incumbent yang kembali meraih kepercayaan masyarakat melalui pemilihan langsung, yakni:
RW 01
RW 04
RW 11
RW 12
RW 17
Sementara itu, geliat regenerasi tampak kuat dengan hadirnya 11 Ketua RW pendatang baru yang berhasil mengungguli incumbent melalui perolehan suara tertinggi dalam pemilihan demokratis, yaitu:
RW 03, RW 13, RW 14, RW 15, RW 16, RW 18, RW 19, RW 20, RW 21, RW 22, dan RW 23
Adapun tujuh RW lainnya merupakan incumbent yang dikukuhkan melalui rapat pleno Panitia Pemilihan (Panlih) tingkat RW dan disahkan Panlih tingkat Kelurahan, berdasarkan dukungan masyarakat serta kelengkapan administrasi, meliputi:
RW 02, RW 05, RW 06, RW 07, RW 08, RW 09, dan RW 10
Lurah Kota Wetan, Wahyu Setiawan, S.E., M.AP, dalam sambutannya menekankan bahwa Ketua RW memegang peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan publik dan pembinaan sosial kemasyarakatan.
“Saya mengucapkan selamat kepada 23 Ketua RW se-Kelurahan Kota Wetan yang hari ini resmi dilantik. Saya mengajak para Ketua RW untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meningkatkan kinerja, memperkuat kesehatan lingkungan melalui Posyandu, serta menggerakkan pemberdayaan masyarakat,” ujar Wahyu.
Ia juga mendorong agar RW menjadi motor penggerak kegiatan kepemudaan, kebersamaan sosial, serta peningkatan ekonomi warga, termasuk melalui pembinaan UMKM di wilayah masing-masing.
“Koordinasi dan komunikasi harus terus ditingkatkan. RW bukan hanya struktur administratif, tetapi simpul kebersamaan warga,” pungkasnya.
Menariknya, para Ketua RW yang dilantik berasal dari latar belakang profesi yang beragam, mulai dari pegawai swasta, pegawai pemerintahan, wiraswasta, pengusaha, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masih aktif. Keberagaman ini diharapkan memperkaya perspektif dan pendekatan dalam mengelola dinamika sosial di lingkungan masing-masing.
Salah satu Ketua RW yang kembali dipercaya warga adalah Jenjen Zaenal Muttaqim, Ketua RW 08, yang memasuki periode keduanya.
“Alhamdulillah, ini adalah amanah besar dari masyarakat. Insya Allah saya akan meningkatkan kualitas pelayanan, perhatian pada kesehatan lingkungan, keamanan, dan memperkuat kebersamaan warga. Segala persoalan akan kami selesaikan dengan musyawarah dan semangat guyub,” tuturnya.
Daftar Ketua RW Se-Kelurahan Kota Wetan Periode 2026–2031
Berikut rincian nama Ketua RW sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Kepala Kelurahan Kota Wetan:
Jeje Miharja – Ketua RW 01
Encep Nana Setiawan – Ketua RW 02
Pepen Supendi, SH – Ketua RW 03
Agus Supiadin – Ketua RW 04
Sasa Syarif Hidayat – Ketua RW 05
Galih Herdiansyah – Ketua RW 06
Rohmat – Ketua RW 07
Jenjen Zaenal Muttaqim – Ketua RW 08
Donie Andriana, S.Hut – Ketua RW 09
Ihat – Ketua RW 10
Yayan Ruhiyan – Ketua RW 11
Moch Miftah Fariz – Ketua RW 12
Dedi Supriadi – Ketua RW 13
Asep Lukman – Ketua RW 14
Hasanudin, S.Pd – Ketua RW 15
H. Dedih Supiadin Sukat – Ketua RW 16
Dede M. Suryana – Ketua RW 17
Jaja – Ketua RW 18
Asep Mulyana – Ketua RW 19
Temi Sutan Adiwana – Ketua RW 20
Anan – Ketua RW 21
Asep Nurdin – Ketua RW 22
Budi Hardiansyah – Ketua RW 23
Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya babak baru kepemimpinan RW di Kelurahan Kota Wetan, dengan harapan terwujudnya lingkungan yang lebih rukun, partisipatif, dan berdaya.(Risnandi)












