Caption: foto bersama dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61(foto //istimewa)
Pojokgarut.com – Lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Garut pada Senin pagi, 24 November 2025, tampak lebih semarak dibanding hari biasanya. Ribuan peserta apel gabungan memadati area Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, untuk mengikuti rangkaian Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tingkat Kabupaten Garut yang dipimpin langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.
Dalam amanatnya, Bupati Syakur menegaskan kembali bahwa sektor kesehatan merupakan pelayanan publik paling mendasar yang wajib dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, kesehatan bukan sebuah kondisi yang muncul secara instan, melainkan hasil dari upaya sadar dan berkelanjutan.
“Sehat itu tidak datang dengan kebetulan, tetapi buah dari ikhtiar kita sendiri,” ujar Syakur, menandaskan bahwa kesehatan harus dilihat dari dua sisi: fisik yang kuat serta mental dan rohani yang stabil.
Syakur menekankan bahwa peningkatan kualitas kesehatan masyarakat tidak dapat digarap secara parsial oleh satu lembaga. Diperlukan sinergi lintas sektorpemerintah, tenaga medis, perangkat desa, hingga masyarakat umum.
“Menjaga kesehatan fisik dan mental bukan hanya pekerjaan tenaga kesehatan atau pemerintah. Ini tugas kita semua,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Syakur menyampaikan rasa bangganya atas capaian Garut yang berhasil masuk ke dalam 50 kabupaten/kota terbaik nasional dalam percepatan penurunan stunting. Ia menyebut prestasi itu merupakan bukti nyata kerja kolektif dari seluruh pemangku kepentingan.
“Ini buah kerja semua level, mulai dari kader desa, puskesmas, hingga jajaran dinas. Komitmen kita jelas: stunting harus ditekan dan dicegah,” ujarnya.
Meski penanganan stunting menunjukkan tren positif, Bupati Syakur mengingatkan bahwa Kabupaten Garut masih menghadapi persoalan serius lain yaitu angka Tuberkulosis (TBC) yang masih tinggi. Ia menggarisbawahi bahwa TBC sering tidak terdeteksi sejak dini sehingga menimbulkan risiko fatal.
“Masalah ini memang tidak selalu terlihat di permukaan, tetapi dampaknya luar biasa besar. Prevalensi TBC yang masih tinggi harus kita tangani bersama,” kata Syakur.
Menutup sambutannya, Bupati kembali mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk memulai kebiasaan sederhana: olahraga teratur, menjaga kebersihan lingkungan, dan memperbaiki pola makan.
“Kuncinya ada pada gaya hidup. Jaga kebersihan, gerakkan tubuh, dan bijak dalam memilih makanan,” tuturnya.
Mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut memaparkan sejumlah program yang telah berjalan dan menunjukkan hasil signifikan:
Gebyar Cek Kesehatan Gratis (CKG)
Melayani 851.881 warga atau 30% dari populasi Garut hingga 1 November 2025. Capaian ini menempatkan Garut sebagai peringkat pertama di Jawa Barat dan kedua nasional.
Gebyar Pemeriksaan TB
Melalui sosialisasi, screening, dan tracing intensif, ditemukan 762 kasus positif TBC dari 6.043 warga suspect dalam satu bulan.
PENARI (Sepekan Mengejar Imunisasi)
Melakukan imunisasi kepada 13.055 balita dan 3.340 ibu hamil, meningkatkan cakupan Universal Child Immunization menjadi 78,47%.
Operasi Katarak Gratis
Menjangkau masyarakat kurang mampu, operasi berhasil dilakukan pada 953 pasien dalam tiga bulan terakhir.
Pemeriksaan HPV, DNA, dan IVA Test
Telah diberikan kepada 150 pegawai Pemda dan masyarakat umum untuk deteksi dini kanker serviks.
Donor Darah
Kerja sama dengan PMI Garut berhasil mengumpulkan 172 kantong darah.
Operasi bibir sumbing yang dijadwalkan 13 Desember 2025 di RSUD dr. Slamet, lomba video dokumenter, jalan sehat, hingga senam lansia.
Rangkaian acara HKN juga diisi dengan penyerahan sejumlah penghargaan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah apresiasi kepada dr. Hj. Leli Yuliani, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, yang meraih penghargaan sebagai Pembina Program TBC dengan Notifikasi Kasus Terbaik se-Jawa Barat Tahun 2025. Penghargaan ini disebut sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan Garut dalam mendeteksi kasus TBC secara agresif dan terukur.(**)












