Caption: kondisi kebakaran gudang penyimpan rongsokan milik Haji Komar yang terjadi Sabtu 11 Oktober 2025 jam 10.00 pagi. (Foto-foto //wartawan)
Pojokgarut.com — Kepulan asap hitam tebal mengejutkan warga Kampung Sarjambe, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, pada Sabtu (11/10/2025) 10.00 WIB pagi. Dalam waktu singkat, api melahap sebuah gudang penyimpanan rongsokan milik H. Komar Sidik, dan menyisakan hanya puing-puing hangus serta logam meleleh yang menjadi saksi bisu amukan si jago merah.
Gudang sederhana itu sehari-hari digunakan untuk menyimpan tumpukan kardus, kertas bekas, plastik, serta logam rongsokan. Namun pagi itu, tempat usaha yang menjadi sumber penghidupan keluarga H. Komar berubah menjadi lautan api.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, dan sebagian besar Omega replica barang berharga tidak sempat diselamatkan. Namun yang menarik perhatian bukan hanya besarnya kerugian, melainkan dugaan adanya unsur sabotase di balik kebakaran tersebut.
Dalam kesaksiannya, H. Komar menuturkan bahwa api pertama kali muncul dari sisi kiri bawah bangunan area yang selama ini tidak digunakan untuk aktivitas apa pun.
“Api itu kecil di awal, tapi cepat banget membesar. Di pojok kiri bawah, padahal di situ nggak ada aktivitas pembakaran. Saya curiga, jangan-jangan ada yang sengaja,” ungkap H. Komar, Selasa (15/10/2025).
Menurutnya, kebakaran berlangsung begitu cepat karena di sekitar titik api terdapat Replica watches tumpukan bahan mudah terbakar. Dalam hitungan menit, api menjalar ke seluruh bagian gudang. Warga sekitar berusaha memadamkan dengan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi.
Kecurigaan semakin kuat setelah sejumlah warga mengaku sempat mencium bau bahan bakar sebelum api membesar, meskipun hal ini masih perlu pembuktian dari pihak berwenang.
Ironisnya, di tengah kepulan asap dan kepanikan warga, Kepala Desa Cangkuang, Endang Suhendar, yang rumahnya hanya beberapa meter di belakang lokasi kebakaran, tidak tampak hadir membantu ataupun meninjau.
“Dari awal kejadian sampai sekarang, Pak Kades belum pernah datang. Padahal rumahnya di Breitling replica watches belakang gudang. Saya juga heran, kenapa beliau seolah tidak peduli,” ujar H. Komar dengan nada kecewa.
Tim media yang berusaha mengonfirmasi langsung ke kantor desa mendapati kantor dalam kondisi sepi. Salah seorang Kepala Dusun menyebut Kades sedang berada di wilayah Garut Kota, namun tidak menjelaskan lebih lanjut urusannya.
Sikap diam pemerintah desa ini memicu tanda tanya besar di kalangan warga. Mereka menilai, dalam kondisi darurat seperti ini, aparat desa seharusnya menjadi pihak pertama yang hadir membantu, bukan justru menghilang tanpa kabar.
Beberapa warga menyampaikan kekecewaan atas minimnya kepedulian aparat desa terhadap kejadian tersebut.
“Kalau ada musibah, biasanya perangkat desa langsung datang bantu warga. Tapi kali ini seolah nggak ada empati sama sekali,” ungkap salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Warga juga meminta aparat kepolisian dan pemerintah kecamatan turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan apakah kebakaran ini murni musibah atau memang ada unsur kesengajaan atau sabotase.
“Kalau benar ada yang bermain di balik kebakaran ini, harus diusut tuntas. Jangan sampai dibiarkan. H. Komar sudah kehilangan usaha dan mata pencaharian,” ujar tokoh masyarakat setempat menegaskan.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Cangkuang Endang Suhendar belum dapat dikonfirmasi, baik secara langsung maupun melalui sambungan telepon. Warga kini hanya bisa berharap ada kepastian dari pihak berwenang mengenai penyebab pasti kebakaran yang meludeskan gudang di Jalan Situ Cangkuang itu.
Bangunan yang dulunya penuh aktivitas kini hanya menyisakan dinding arang, tumpukan logam, dan bau asap yang masih menempel di udara. Namun di balik sisa kebakaran itu, tersisa pula rasa curiga, kecewa, dan tanya yang belum terjawab.
Apakah kebakaran ini sekadar musibah… atau pesan gelap dari tangan-tangan tak terlihat?
Warga Cangkuang kini hanya bisa menunggu: jawaban, kepedulian, dan keadilan.(**)












