Berita  

Dua Tahun Mal Pelayanan Publik Garut: Dari Graha R.A.A. Wiratanudatar VIII, Negara Hadir Lebih Dekat

 

 

Pojokgarut.com— Di titik nadi Kota Garut, tepat di Simpang Lima Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, berdiri sebuah bangunan yang bukan sekadar megah secara arsitektur, tetapi sarat makna pelayanan. Gedung itu bernama Graha R.A.A. Wiratanudatar VIII, rumah bagi Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Garut yang pada Kamis, 18 Desember 2025, genap berusia dua tahun.

Dua tahun bukanlah waktu yang panjang, namun cukup untuk menegaskan arah. Sejak uji coba pelayanan terpadu dimulai pada 18 Desember 2023 dan kemudian diresmikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada 11 Juni 2025, Graha R.A.A. Wiratanudatar VIII menjelma menjadi simbol hadirnya negara yang lebih dekat, lebih ramah, dan lebih melayani.

Pada momentum hari jadi tersebut, suasana di dalam gedung terasa hangat dan penuh harapan. Ucapan selamat berdatangan, menandai ekspektasi publik yang semakin tinggi terhadap kualitas layanan. Di balik hiruk-pikuk pelayanan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Garut, Budi Gan Gan Gumilar, M.Si., menerima apresiasi itu sebagai pengingat akan amanah besar yang diemban.

“Alhamdulillah, di usia kedua ini, Graha R.A.A. Wiratanudatar VIII telah menjadi pusat berbagai pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat. Ini bukan sekadar gedung yang modern dan canggih, tetapi ruang pengabdian,” ujar Budi.

Ia menegaskan bahwa kemegahan bangunan dan kecanggihan sistem hanyalah sarana. Ruh pelayanan tetap terletak pada manusia yang menjalankannya. Karena itu, penguatan sumber daya manusia menjadi prioritas utama di tahun-tahun mendatang.

“Semoga kami beserta seluruh jajaran mampu meningkatkan pelayanan dengan sepenuh hati—murah senyum, tanggap, inovatif, dan profesional. Masyarakat harus merasakan bahwa setiap langkah di Mal Pelayanan Publik ini adalah kemudahan, bukan beban,” katanya.

Di usia keduanya, Mal Pelayanan Publik yang bernaung di bawah Graha R.A.A. Wiratanudatar VIII diharapkan terus tumbuh menjadi pusat layanan yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dari Simpang Lima Garut, denyut reformasi birokrasi itu terus bergetar—menyederhanakan urusan, memulihkan kepercayaan, dan menegaskan bahwa pelayanan publik sejatinya adalah wajah negara di hadapan rakyatnya.(Risnandi)