Caption: Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Garut, Eko Suharno, A.Ptnh., M.H., tampil paling menyita perhatian. Dengan materi bertajuk Arah Kebijakan Penanaman Modal di Kabupaten Garut(foto //pojok garut.com //Risnandi firdaus)
Pojokgarut.com — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Garut kembali menggelar Forum Temu Investor Kabupaten Garut 2025, Kamis (11/12/2025), di Hotel Sabda Alam. Acara yang dipimpin langsung oleh Kepala DPMPTSP Garut, Budi Gangan Gumilar, S.H., M.Si., ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk menyamakan arah kebijakan investasi di Kabupaten Garut.
Di antara para narasumber, sosok Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Garut, Eko Suharno, A.Ptnh., M.H., tampil paling menyita perhatian. Dengan materi bertajuk Arah Kebijakan Penanaman Modal di Kabupaten Garut, Eko menyajikan paparan yang bukan hanya informatif, tetapi juga visioner—sebuah gaya yang membuat suasana seisi gedung terpukau.
Eko Suharno, yang dikenal berintegritas dan berkarakter tegas namun komunikatif, menyampaikan pentingnya setiap investasi yang masuk ke Garut harus berpijak pada Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Ia menegaskan bahwa RDTR adalah kunci agar pembangunan tidak berjalan sporadis dan investor memiliki kepastian hukum serta arah pengembangan yang selaras dengan wajah Garut masa depan.
“Investasi bukan sekadar menanam modal, tetapi menanam masa depan. Ketika setiap investor menyelaraskan langkahnya dengan RDTR, maka Garut akan tumbuh dengan tertib, terarah, dan berkelanjutan,” ujar Eko, disambut anggukan peserta.
Gestur tubuhnya yang meyakinkan, kombinasi antara analisis mendalam dan penyampaian yang lugas, membuat ruang forum terasa hidup. Para peserta—mulai dari perwakilan perusahaan, birokrat, hingga komunitas bisnis—tampak antusias mengikuti penjelasannya, terutama ketika ia menguraikan wilayah-wilayah prioritas pengembangan dan peluang investasi berbasis tata ruang.
Kepala DPMPTSP Garut, Budi Gangan Gumilar, dalam pembukaannya menegaskan bahwa forum ini menjadi pintu masuk bagi transformasi iklim investasi yang lebih sehat dan progresif. Ia mengapresiasi kontribusi Kantor Pertanahan dalam memberikan arah kebijakan yang kuat dan terukur.
Kehadiran Eko sebagai narasumber menjadi salah satu titik penting dalam forum ini—menguatkan bahwa sinergi antara DPMPTSP dan Kantor Pertanahan adalah kunci utama dalam menciptakan ekosistem investasi yang tertib dan siap melesat. Dengan paparan yang menyentuh aspek teknis hingga visi jangka panjang, forum ini menjadi momentum bagi Garut untuk menegaskan diri sebagai destinasi investasi yang ramah, terarah, dan penuh peluang.
Acara ditutup dengan optimisme bahwa tahun 2025 akan menjadi fase penting bagi tumbuhnya investasi berkualitas di Kabupaten Garut, dengan landasan tata ruang yang kuat dan komitmen pemerintah yang semakin solid.(Risnandi)












