Berita  

Parah! Akses Vital Rusak, Warga Dayeuhandap Minta Perbaikan Jalan yang Seolah Dilupakan

Kondisi Jalan Rusak di Kampung Dayeuhandap memprihatinkan

Pojokgarut.com– Warga Kampung Dayeuhandap, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, terus menjerit akibat kondisi jalan lingkungan yang kian memprihatinkan. Jalan utama yang menjadi penghubung lima RW di kawasan tersebut kini rusak parah: penuh lubang, becek saat hujan, bahkan kerap berubah menyerupai aliran sungai deras ketika curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Jalan Raya Dayeuhandap yang sejatinya menjadi urat nadi bagi ribuan warga, kini berubah menjadi momok menakutkan. Selain membahayakan keselamatan, kondisi jalan yang tergenang dan penuh kubangan memperlambat aktivitas warga, mulai dari pergi ke sekolah, berdagang, hingga menjalankan ibadah.

Tokoh masyarakat setempat, Feri (50 Th) Hamzah, mengungkapkan bahwa kerusakan tersebut sudah berlangsung lama, namun belum juga mendapat perhatian serius dari pihak pemerintah. Ia menyebutkan, tidak adanya sistem drainase yang memadai memperparah keadaan. Air hujan tak tertampung dan mengalir begitu saja di badan jalan, mengikis aspal, dan memperlebar lubang-lubang yang ada.

Saat hujan turun deras, jalan ini seperti sungai. Air mengalir deras, bahkan orang berjalan pun susah. Pengendara motor apalagi, bisa tergelincir karena lubang tidak terlihat tertutup air,” keluh Feri.

Ironisnya, kerusakan ini terjadi di tengah kawasan kota yang semestinya mendapatkan perhatian prioritas. Letak Jalan Raya Dayeuhandap yang berada di pusat Kecamatan Garut Kota semestinya menjadikan ruas ini sebagai objek pemeliharaan rutin. Sayangnya, harapan warga masih sebatas wacana.

Lebih lanjut, Feri menegaskan bahwa kerusakan jalan ini bukan sekadar keluhan teknis semata, tetapi telah berimbas besar pada kehidupan sosial dan ekonomi warga.

Kami tidak minta muluk-muluk. Kami hanya ingin jalan yang layak dan aman, karena ini menyangkut keselamatan warga dan kelancaran hidup sehari-hari,” tambahnya.

Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada kejelasan dari Pemerintah Kabupaten Garut maupun dinas terkait mengenai rencana perbaikan. Sementara warga terus bertaruh nyawa melewati jalan yang berubah seperti sungai ketika hujan datang.