Caption :PDAM Tirta Intan bergerak cepat. Kepala Cabang PDAM Banyuresmi bersama tim hukum perusahaan, Hendra Gunarah, SH., MH., langsung mendatangi kantor kepolisian untuk membuat laporan resmi terkait dugaan pengrusakan.
Pojokgarut.com – Kasus pengrusakan instalasi pipa dan panel distribusi milik PDAM Tirta Intan Garut di Kampung Cipicung, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, memasuki babak serius. Tak hanya mengganggu pasokan air bersih bagi 917 pelanggan, tindakan sabotase yang terjadi pada Senin (24/11/2025) tersebut kini resmi dilaporkan ke aparat kepolisian oleh tim legal PDAM.
Menyadari dampak yang ditimbulkan cukup besar dan merugikan masyarakat luas, PDAM Tirta Intan bergerak cepat. Kepala Cabang PDAM Banyuresmi bersama tim hukum perusahaan, Hendra Gunarah, SH., MH., langsung mendatangi kantor kepolisian untuk membuat laporan resmi terkait dugaan pengrusakan.
Langkah ini menegaskan bahwa PDAM tidak akan menoleransi tindakan kriminal yang menyerang fasilitas pelayanan publik.
“Ini bukan kerusakan biasa. Ada indikasi kuat pengrusakan oleh pihak tidak dikenal. Kami berharap aparat kepolisian segera mengusut dan menemukan pelakunya,” tegas Hendra.
PDAM menilai, kejadian ini bukan hanya merugikan perusahaan, tetapi juga mengancam hak masyarakat dalam memperoleh layanan air bersih.
Pipa Rusak, 917 Pelanggan Alami Gangguan Distribusi
Insiden pengrusakan membuat aliran air ke ratusan rumah pelanggan terganggu. Panel dan pipa distribusi di titik Cipicung mengalami kerusakan signifikan sehingga sistem suplai terhenti.
Namun demikian, manajemen bergerak cepat melakukan penanganan teknis darurat.
Koordinasi antara Direktur Utama dan Direktur Teknik menghasilkan keputusan cepat untuk mengalihkan suplai dari sumber terdekat.
Direktur Teknik PDAM Tirta Intan Garut, Didi Mulyadi, memastikan masyarakat tidak dibiarkan tanpa pasokan air bersih.
“Distribusi area Cipicung sebagian bisa kami aliri dari sumber Cibolerang. Untuk pelanggan yang berada di elevasi tinggi dan tidak terjangkau aliran pipa darurat, kami siapkan pasokan melalui mobil tangki,” jelasnya.
Menurut Didi, pelayanan harus tetap berjalan tanpa hambatan, meskipun instalasi mengalami kerusakan akibat tindakan sabotase.
“Kerusakan boleh terjadi, tapi pelayanan tidak boleh berhenti. Itu prinsip kami,” tegasnya.
Selain melakukan perbaikan dan penanganan teknis, PDAM berharap pihak berwajib dapat mengungkap motif pengrusakan. Hingga kini, identitas pelaku belum diketahui.
PDAM juga berkomitmen memperkuat pengamanan instalasi vital untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
PDAM Tirta Intan mengimbau pelanggan untuk tetap tenang dan menunggu proses perbaikan selesai. Jalur distribusi alternatif dan layanan tangki air akan terus dimaksimalkan hingga instalasi kembali normal.(**)












