Berita  

Pemkab Garut Siagakan Pengamanan Terpadu Jelang Nataru 2025–2026: Semua Kekuatan Dikerahkan untuk Kelancaran Ibadah dan Mobilitas Warga

Caption: Sekda Nurdin menekankan bahwa salah satu fokus krusial adalah menjamin keamanan dan kenyamanan pelaksanaan ibadah bagi umat Kristiani. Tercatat ada tujuh gereja di wilayah perkotaan Garut yang menjadi pusat pelaksanaan ibadah Natal.

Pojokgarut.com— Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kabupaten Garut bergerak cepat memastikan seluruh aspek pengamanan dan pelayanan publik berjalan optimal. Di bawah koordinasi Forum Lalu Lintas Kabupaten Garut, berbagai instansi terkait mulai dari kepolisian, dinas perhubungan, hingga sektor kesehatan dan kebencanaan bersiap menghadapi mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat tajam pada masa libur panjang tersebut.

Kesiapan ini ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, usai memimpin rapat pemantapan di Aula Kantor Dinas Perhubungan Garut, Rabu (26/11/2025). Ia menyampaikan bahwa persiapan tahun ini memerlukan pola kerja yang lebih komprehensif mengingat besarnya potensi kerawanan dan padatnya aktivitas masyarakat menjelang pergantian tahun.

Dalam paparannya, Nurdin menekankan bahwa salah satu fokus krusial adalah menjamin keamanan dan kenyamanan pelaksanaan ibadah bagi umat Kristiani. Tercatat ada tujuh gereja di wilayah perkotaan Garut yang menjadi pusat pelaksanaan rangkaian ibadah Natal.

“Ini bukan hanya soal pengamanan lalu lintas, tapi juga memastikan umat non-muslim dapat menjalankan ibadah dengan penuh rasa aman,” ungkap Nurdin.

Menurutnya, Polres Garut telah menyiapkan pola pengamanan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap titik gereja, termasuk pengaturan jalur masuk, rekayasa lalu lintas, dan skema mitigasi kerawanan.

Selain pengamanan ibadah, kesiapan sarana dan prasarana lalu lintas juga menjadi prioritas pembahasan. Sejumlah titik rawan kemacetan akan mendapat penanganan khusus dengan penyesuaian pola sirkulasi kendaraan. Salah satu langkah penting yang disoroti adalah penyediaan lokasi parkir alternatif bagi jamaat maupun pengunjung kawasan perkotaan agar tidak menumpuk di bahu jalan.

“Kita ingin memastikan kelancaran arus kendaraan sepanjang periode Nataru. Karena itu, Dishub bersama UPT Provinsi sudah mulai menyusun rekayasa parkir dan pola pengaturan di titik rawan,” jelasnya.

Nurdin menegaskan bahwa seluruh instansi yang terlibat baik Polres, Pemda, hingga perangkat daerah lainnya—harus berada dalam kondisi siaga penuh. Tidak ada ruang untuk kelalaian atau meninggalkan tugas, mengingat momentum Nataru sering menjadi periode rawan bencana dan gangguan kesehatan akibat cuaca ekstrem.

“Personel tidak hanya bertugas menjaga ketertiban, tetapi juga harus siap merespons apabila terjadi insiden kesehatan atau bencana alam. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Nurdin juga menekankan pentingnya sinergitas antara pemerintah daerah, kepolisian, dan instansi tingkat provinsi. UPT Provinsi yang menangani infrastruktur serta keamanan lalu lintas disebut berperan vital untuk memastikan seluruh kebijakan berjalan serempak.

“Keterlibatan semua pihak sangat menentukan. Jika sinergi ini berjalan, pelayanan kepada masyarakat akan optimal,” ujar Nurdin.

Mengakhiri rapat, Nurdin mengimbau seluruh OPD agar menjalankan perannya sebagaimana mestinya. Ia mencontohkan perlunya komunikasi intensif dengan pengurus gereja maupun pengelola fasilitas umum untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan lapangan menjelang malam perayaan.

“Mudah-mudahan Nataru tahun ini berjalan baik, lancar, dan membawa kenyamanan bagi seluruh masyarakat Garut,” pungkasnya.

Dengan persiapan matang serta kolaborasi lintas sektor, Pemkab Garut optimistis dapat memberikan pengalaman libur yang aman dan nyaman bagi warga maupun pendatang di penghujung tahun 2025.(ris)

Exit mobile version