Caption : Pelaku yang diketahui berinisial AM (22), seorang pemuda asal Kecamatan Garut Kota, kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (Foto// istimewa)
Pojokgarut.com –- Aksi pencurian uang tunai senilai Rp7 juta yang terjadi di kawasan Jalan Bratayuda, Kecamatan Garut Kota, pada Sabtu (11/10/2025), berhasil diungkap jajaran Polsek Garut Kota dalam waktu singkat. Pelaku yang diketahui berinisial AM (22), seorang pemuda asal Kecamatan Garut Kota, kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kejadian bermula ketika korban, Iqbal (29), seorang karyawan swasta asal Tarogong Kaler, melaporkan kehilangan uang miliknya yang disimpan di atas dashboard mobil. Saat itu, kaca jendela bagian kanan kendaraan miliknya dalam keadaan terbuka. Celah kecil tersebut justru dimanfaatkan oleh pelaku untuk melancarkan aksinya.
Tanpa menimbulkan kecurigaan, pelaku diduga memasukkan tangannya melalui jendela replica watches mobil yang terbuka, lalu mengambil uang tunai milik korban. Uang tersebut disimpan di dashboard mobil dekat kemudi, dan baru disadari hilang beberapa saat kemudian.
Kapolsek Garut Kota, AKP Zainuri, S.Pd., mengungkapkan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima laporan dari korban.
“Setelah menerima laporan secara resmi, kami segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Bratayuda serta memeriksa saksi-saksi di lokasi untuk mengumpulkan keterangan dan bukti awal,” jelas Zainuri, Senin (13/10/2025).
Berkat penyelidikan cepat dan kerja sama petugas di lapangan, pelaku akhirnya berhasil Breitling replica diamankan. Saat ini, AM tengah diperiksa lebih lanjut di Polsek Garut Kota terkait dugaan tindak pidana pencurian tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menjaga keamanan barang berharga.
“Kami mengingatkan warga untuk tidak meninggalkan uang atau benda berharga di dalam mobil, terutama jika jendela atau pintu tidak terkunci rapat. Kejahatan sering kali terjadi bukan hanya karena niat pelaku, tapi karena ada kesempatan,” tegasnya.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat Garut untuk lebih waspada dan tidak meremehkan faktor keamanan. Satu kelengahan kecil bisa berujung pada kerugian besar, sementara kecepatan aparat menjadi bukti bahwa setiap laporan warga tak akan diabaikan.(**)












