Pojokgarut.com – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Kampung Nyengklod, Desa Cintadamai, Kecamatan Sukaresmi, Selasa (17/2/2026). Di tengah rangkaian peresmian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Nurul Falah Sukaresmi, kegiatan bakti sosial berupa santunan kepada 100 anak yatim menjadi momen yang paling menyentuh hati.
Peresmian yang digelar sejak pukul 08.30 WIB itu bukan sekadar seremoni gunting pita. Ia menjelma menjadi panggung solidaritas sosial—menghadirkan kepedulian nyata bagi anak-anak yatim piatu di lingkungan sekitar.
Ketua Yayasan Nurul Falah, H. Numan Nurhakim, memimpin langsung prosesi pembukaan dan pengguntingan pita. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberadaan dapur SPPG bukan hanya untuk menjalankan program pemenuhan gizi, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat berbagi.
“Alhamdulillah, hari ini kita tidak hanya meresmikan dapur, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk hadir bagi masyarakat. Santunan ini adalah bagian dari tanggung jawab moral kami,” ujarnya.
Camat Sukaresmi: Kepedulian Seperti Ini Harus Dijaga
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sukaresmi, Prayudi Januar Arif, S.STP., M.Si., bersama unsur Forkopimcam, di antaranya perwakilan Polsek, Koramil, Kepala Puskesmas, Kepala Desa Cintadamai, serta para relawan.
Dalam sambutannya, Camat Prayudi menekankan pentingnya kolaborasi antara yayasan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kesejahteraan sosial. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian Yayasan Nurul Falah yang menjadikan momentum peresmian sebagai ajang berbagi.
“Kami atas nama pemerintah Kecamatan Sukaresmi mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya. Kegiatan santunan seperti ini adalah wujud nyata kepedulian sosial yang harus terus dijaga dan diperluas,” ungkapnya.
Menurutnya, program pemenuhan gizi yang dibarengi dengan aksi sosial akan memperkuat dampak positif di masyarakat. Camat juga berharap dapur SPPG mampu berjalan konsisten dan menjadi percontohan dalam penguatan ketahanan gizi di wilayah Sukaresmi.
“Kami mendukung penuh. Ini bukan hanya tentang dapur, tetapi tentang masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
jajaran kepolisian dan tokoh masyarakat hadir dalam pembukaan acara tersebut
Serap 90 Persen Tenaga Kerja Lokal
Selain santunan yatim, keberadaan dapur SPPG Nurul Falah juga membawa angin segar bagi perekonomian warga. Ketua SPPI SPPG Nurul Falah, Langkah Indah Emanuel Harefa, menyampaikan rasa bangganya karena dapur tersebut mampu menyerap hingga 90 persen tenaga kerja dari lingkungan sekitar.
“Kami ingin kontribusi ini terasa langsung. Tenaga kerja kami hampir seluruhnya warga setempat. Bahan kebutuhan dapur pun kami upayakan berkolaborasi dengan pelaku usaha lokal,” ujarnya.
Langkah ini dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa sekaligus membuka peluang kerja baru.
Tokoh masyarakat setempat, Dede Irmawan, turut mengungkapkan kebanggaannya atas kehadiran dapur MBG Yayasan Nurul Falah. Menurutnya, selain menyerap tenaga kerja, program ini berpotensi meningkatkan kesejahteraan warga melalui kemitraan bahan pangan.
Namun ia juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menyampaikan kritik.
“Kalau ada ketidaksesuaian menu atau pelayanan, jangan langsung mengunggah ke media sosial. Lebih baik koordinasi untuk evaluasi bersama. Ini program baik yang harus kita jaga,” pesannya.
Pengamanan dan Monitoring
Kegiatan berlangsung tertib dengan monitoring dari jajaran kepolisian. Kapolsubsektor bersama Bhabinkamtibmas turut menghadiri acara, memastikan rangkaian peresmian berjalan aman dan kondusif.
Rangkaian acara dimulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan Camat Sukaresmi, sambutan yayasan dan Ketua SPPI, pengguntingan pita, peninjauan dapur, hingga doa bersama.
Di akhir acara, raut wajah bahagia anak-anak yatim yang menerima santunan menjadi penutup paling bermakna. Di tengah tantangan sosial dan ekonomi, kepedulian seperti inilah yang menghadirkan harapan.
Peresmian SPPG Nurul Falah Sukaresmi bukan hanya tentang dapur dan pemenuhan gizi. Ia adalah simbol kolaborasi, gotong royong, dan keberpihakan kepada mereka yang membutuhkan—sebuah langkah kecil dengan dampak besar bagi Sukaresmi.(Risnandi)












