Berita  

Sekda Garut Lepas ASN Purnabakti: Negara Hadir Lewat Pengabdian yang Tuntas

Caption :Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana sampaikan setiap ASN diminta bekerja dengan sepenuh hati, menjadikan profesi sebagai ladang pengabdian sekaligus investasi amal.(Foto//eksklusif)

Pojokgarut.com — Ada masa ketika jabatan berakhir, tetapi pengabdian tidak pernah benar-benar selesai. Senin pagi (2/2/2026), di Lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, momen itu terasa nyata saat Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, secara simbolis menyerahkan Keputusan Bupati Garut tentang Pemberhentian PNS yang Mencapai Batas Usia Pensiun Februari 2026.

Bukan sekadar seremoni administratif, apel gabungan tersebut menjadi ruang penghormatan bagi para ASN purnabakti—mereka yang telah menutup satu bab panjang pengabdian kepada negara dan masyarakat Garut. Di hadapan jajaran ASN, Nurdin Yana menyampaikan apresiasi tulus atas kerja sunyi yang selama ini menopang jalannya pemerintahan.

Secara khusus, ia menyebut nama Endang sebagai perwakilan, serta para tenaga pendidik yang telah menuntaskan masa baktinya. Ucapan terima kasih itu disampaikan bukan dengan nada formal belaka, melainkan dengan penghargaan yang menempatkan pengabdian sebagai nilai luhur.

“Kami mendoakan Pak Endang sekaligus menghaturkan banyak terima kasih. Ibu guru juga, terima kasih atas apa yang sudah didharmabaktikan untuk Kabupaten Garut,” ujar Nurdin Yana.

Bagi Sekda Garut, purnatugas bukan penutup cerita, melainkan penanda bahwa negara pernah hadir melalui dedikasi orang-orang yang bekerja tanpa sorotan. Ia menegaskan, jasa para ASN yang pensiun hari ini adalah fondasi bagi keberlanjutan pelayanan publik ke depan.

Namun, momen pelepasan itu tidak berhenti sebagai nostalgia. Nurdin Yana justru menjadikannya cermin bagi ASN yang masih aktif. Ia mengingatkan bahwa menjadi aparatur sipil negara adalah amanah, sekaligus kesempatan untuk menebar kebaikan—terutama di era digital ketika setiap sikap dan kinerja mudah dinilai publik.

“Mumpung kita masih diberikan kesempatan berada di posisi layanan, di posisi yang memiliki fasilitas untuk melayani masyarakat, maka berbaik-baiklah. Upayakan sebaik-baiknya kita melayani masyarakat,” tegasnya.

Ia menekankan, pelayanan publik bukan semata soal kecepatan administrasi atau tuntasnya persoalan teknis. Lebih dari itu, kehadiran ASN di tengah masyarakat—mulai dari perangkat daerah hingga camat—menjadi faktor penting dalam membangun rasa keadilan dan ketenangan psikologis warga.

“Kepuasan masyarakat itu bukan hanya soal masalah selesai, tapi juga bagaimana mereka merasa diperhatikan,” tambahnya.

Menutup arahannya, Nurdin Yana menyampaikan pengingat yang sederhana namun mendalam: jabatan memiliki batas waktu. Sebelum masa itu tiba, setiap ASN diminta bekerja dengan sepenuh hati, menjadikan profesi sebagai ladang pengabdian sekaligus investasi amal.

Di lapangan itu, para ASN purnabakti berdiri sebagai saksi bahwa pelayanan yang dijalankan dengan integritas akan selalu menemukan tempatnya—bahkan ketika masa dinas telah usai. Negara, pada akhirnya, dikenang bukan dari bangunan megahnya, melainkan dari orang-orang yang mengabdi hingga tuntas.(**)