Berita  

Wabup Garut Desak Disdukcapil Berbenah: Dari Keterbatasan Blangko hingga Kabar Gembira 2.100 Kacamata Gratis

Caption : Wakil Bupati Garut, drg. Putri Karlina, kembali menunjukkan komitmennya, menggelar rapat memberi arahan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan sipil Kabupaten Garut agar membeli pelayanan yang optimal, (foto //istimewa)

Pojokgarut.com – Wakil Bupati Garut, drg. Putri Karlina, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik di Kabupaten Garut. Dalam rapat bersama jajaran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) yang digelar di Kantor Wakil Bupati Garut, Senin (6/10/2025), Teh Putri—sapaan akrabnya—menyoroti berbagai persoalan mendasar yang masih membayangi kinerja pelayanan kependudukan di daerahnya.

Dengan nada tegas namun penuh empati, ia mengungkapkan bahwa pelayanan publik, khususnya di Rolex replica watches sektor administrasi kependudukan, tak boleh lagi berjalan di tempat. “Rakyat datang bukan untuk menunggu, tapi untuk dilayani. Pemerintah harus bisa memberi kepastian, bukan alasan,” ujarnya membuka pertemuan.

Teh Putri menyoroti keterbatasan blangko e-KTP yang masih menjadi keluhan masyarakat. Ia menilai, persoalan tersebut bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal manajemen pelayanan yang perlu diperbaiki. Selain itu, ia mengungkap fakta lapangan bahwa pelayanan perubahan foto Rolex replica dan data kependudukan saat ini hanya bisa melayani dua hingga lima orang per hari, jumlah yang dinilainya terlalu kecil untuk menampung kebutuhan masyarakat Garut yang begitu besar.

“Keterbatasan sarana dan sistem yang lamban harus segera dibenahi. Baik untuk pemohon KTP pemula maupun yang melakukan revisi data, jangan sampai harus berpindah-pindah tempat hanya karena kendala teknis ketersediaan kamera,” tegasnya.

Wabup juga meminta agar Disdukcapil memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama dalam memperbarui sistem data terpadu agar lebih efisien dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menekankan pentingnya budaya kerja cepat tanggap dan kolaboratif, bukan sekadar menunggu perintah dari atas.

“Kita harus menjemput bola. Jika sistem tidak efisien, ubahlah. Jika sarana terbatas, carilah solusi cheap replica watches kreatif. Jangan biarkan rakyat menanggung akibat dari birokrasi yang lamban,” tutur Teh Putri.

Namun di sela-sela rapat yang membahas berbagai persoalan teknis itu, terselip kabar gembira bagi masyarakat Garut. Teh Putri mengumumkan adanya inisiatif sosial dari seorang relasi, dr. Siska, yang akan menyumbangkan kacamata gratis untuk anak-anak penderita gangguan penglihatan (minus) di seluruh kecamatan di Kabupaten Garut.

Setiap kecamatan akan mendapat 50 buah kacamata minus, sehingga total bantuan yang akan disalurkan mencapai 2.100 kacamata gratis untuk anak-anak di 42 kecamatan se-Kabupaten Garut.

“Ini bentuk kepedulian nyata dari dunia kesehatan untuk masa depan anak-anak Garut. Kita ingin mereka bisa belajar dengan nyaman, tanpa terkendala penglihatan,” ungkap Teh Putri dengan penuh haru.

Ia berharap program ini menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan para dermawan yang memiliki perhatian terhadap bidang kesehatan dan pendidikan anak.

Rapat tersebut menandai langkah serius Pemerintah Kabupaten Garut di bawah pengawasan Wakil Bupati Putri Karlina untuk mendorong reformasi pelayanan publik, sekaligus menghadirkan kabar baik bagi generasi penerus bangsa.

“Birokrasi harus cepat, pelayanan harus tepat, dan kepedulian harus nyata,” tutup Teh Putri. (**)