Berita  

Wisuda Ke-XV STIE Yasa Anggana Garut: Melahirkan Sarjana Berintegritas, Bukan Sekadar Bergelar

Caption :Para lulusan Program Studi Manajemen (S1) dan Keuangan dan Perbankan (D3) dilepas dengan harapan besar: menjadi sumber daya manusia yang tidak hanya kompetitif secara akademik tetapi juga secara etika. (Foto//istimewa)

Pojokgarut.com— Di sebuah ruang yang dipenuhi toga, senyum, dan mata yang berkaca-kaca, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yasa Anggana Garut kembali menegaskan satu pesan penting: wisuda bukanlah garis akhir, melainkan garis awal pengabdian.

Senin (2/2/2026), STIE Yasa Anggana secara resmi melepas lulusan Sarjana dan Diploma Tiga dalam Wisuda Ke-XV yang digelar di Hotel Harmoni Garut. Namun lebih dari sekadar prosesi akademik, momen ini menjadi pernyataan sikap institusi—bahwa perguruan tinggi harus melahirkan manusia utuh, bukan hanya pencari kerja, apalagi pemburu gelar.

Mengusung tema “Mencetak Juara Sejati yang Unggul dalam Pengetahuan, Moralitas, Kepemimpinan, dan Dedikasi”, STIE Yasa Anggana menempatkan integritas sebagai fondasi utama kualitas lulusan. Kampus ini percaya, kecerdasan tanpa moral hanya akan melahirkan krisis baru di tengah masyarakat.

Para lulusan Program Studi Manajemen (S1) dan Keuangan dan Perbankan (D3) dilepas dengan harapan besar: menjadi sumber daya manusia yang tidak hanya kompetitif secara akademik, tetapi juga kokoh secara etika. Mereka diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan, menjaga nilai-nilai keilmuan, serta menjadi motor penggerak kemajuan daerah—khususnya Kabupaten Garut dan Jawa Barat.

Dalam pandangan STIE Yasa Anggana, keberhasilan lulusan tidak diukur dari seberapa tinggi jabatan atau seberapa besar penghasilan, melainkan dari sejauh mana mereka tetap berpijak pada nilai moral, kejujuran, dan tanggung jawab sosial di tengah derasnya arus pragmatisme zaman.

Komitmen tersebut tidak berhenti di ruang kelas. Jauh sebelum prosesi wisuda, kampus telah membekali mahasiswa dengan berbagai kegiatan penguatan karakter dan kesiapan karier. Pada 24 Januari 2026, digelar Spirit Entrepreneur dan Gelar Informasi Bursa Kerja bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Garut, membuka ruang jejaring sekaligus menanamkan semangat kemandirian.

Kegiatan sosial seperti donor darah dan Yasa Anggana Fest pun menjadi bagian dari proses pembentukan mahasiswa—menumbuhkan empati, kreativitas, dan kesadaran bahwa ilmu harus berpihak pada kemanusiaan.

Ketua Panitia Wisuda Ke-XV menyampaikan bahwa rangkaian acara ini dirancang bukan sekadar seremoni, melainkan pengalaman berkesan yang akan membentuk cara pandang alumni dalam menjalani kehidupan paska kampus, sekaligus mempererat ikatan strategis antara almamater dan lulusan.

Prosesi wisuda sendiri dikemas dalam Sidang Senat Terbuka yang dipimpin Ketua Senat STIE Yasa Anggana, dilengkapi Upacara Adat Sunda, orasi ilmiah, serta pelantikan resmi wisudawan—sebuah penegasan bahwa modernitas dan kearifan lokal dapat berjalan beriringan.

Apresiasi datang dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV, Dr. Lukman, ST., M.Hum, yang menilai konsistensi STIE Yasa Anggana sebagai kekuatan utama.

“Kami mengapresiasi komitmen STIE Yasa Anggana dalam menjaga mutu pendidikan tinggi. Tema ‘Mencetak Juara Sejati’ sangat relevan dengan tantangan zaman. Kami berharap lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja—job creator—yang inovatif, berkarakter, dan berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas,” ujarnya.

Dari barisan wisudawan, Friesha Utamy J, mewakili rekan-rekannya, menyampaikan suara generasi yang siap melangkah.

“Hari ini membuktikan bahwa kerja keras, doa, dan air mata kami tidak sia-sia. STIE Yasa Anggana adalah kawah candradimuka yang membentuk kami. Kami siap terjun ke masyarakat bukan hanya dengan gelar, tetapi dengan mental juara, integritas, dan dedikasi, sesuai janji almamater,” katanya dengan suara bergetar.

Suasana haru juga terasa di deretan kursi orang tua. Seorang perwakilan wali wisudawan menyampaikan rasa syukur dan kepercayaan.

“Mempercayakan pendidikan anak kami di STIE Yasa Anggana adalah keputusan yang tepat. Hari ini kami melihat mereka dilantik bukan hanya dengan ilmu, tetapi juga akhlak. Itu yang membuat kami yakin, mereka akan menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat,” tuturnya.

Di tengah euforia wisuda, STIE Yasa Anggana mengingatkan satu hal yang kerap terlupakan: negeri ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi sangat membutuhkan manusia berintegritas. Dan dari Garut, kampus ini menegaskan ikhtiarnya—melahirkan juara sejati, yang menang bukan hanya di pasar kerja, tetapi juga dalam menjaga nilai-nilai kehidupan.(**)