Caption: Yudha Puja Turnawan, Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, menyambangi dua janda lanjut usia yang rumahnya luluh lantak dilalap api di Kampung Cireundeuk RT 04 RW 01, Desa Padamukti, Kecamatan Sukaresmi,(foto //istimewa)
Pojokgarut.com— Di tengah hiruk-pikuk politik dan kesibukan parlemen, masih ada sosok wakil rakyat yang rutin tidak pernah mengenal lelah turun langsung menyentuh luka warganya. Yudha Puja Turnawan, Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, kembali menunjukkan kepedulian sosialnya yang tulus. Pada Rabu, 15 Oktober 2025, ia menyambangi dua janda lanjut usia yang rumahnya luluh lantak dilalap api di Kampung Cireundeuk RT 04 RW 01, Desa Padamukti, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut.
Kedua korban, Emak Oyoh yang hampir berusia satu abad, dan Emak Entet, kini hanya bisa menatap replica Rolex sisa puing rumah yang pernah menjadi tempat bernaung selama puluhan tahun. Kebakaran yang terjadi pada Senin, 13 Oktober 2025, sekitar pukul 14.00 WIB, tidak menyisakan apapun pakaian, perabotan, hingga surat-surat berharga hangus terbakar. Dalam usia senja, mereka harus kembali memulai dari nol.
Yudha datang tak sekadar membawa bantuan, tapi juga menghadirkan kehangatan dan empati. Ia didampingi perwakilan Pemerintah Kecamatan Sukaresmi yang diwakili Ahmad Taupik (Kasi Pelayanan), serta unsur Pemerintah Desa Padamukti, antara lain Kepala Desa Alit M. Abdullah, Sekretaris Desa Natsir, dan tokoh agama H. Yatik Hidayat.
“Hari ini saya datang bukan hanya untuk melihat langsung, tetapi untuk menguatkan hati para korban replica Rolex watches dan membantu meringankan beban mereka. Saya membawa bantuan sembako dan uang tunai untuk Emak Oyoh dan Emak Entet. Semoga bisa sedikit membantu kebutuhan sehari-hari mereka,” ujar Yudha penuh haru.
Politisi muda yang dikenal vokal terhadap isu kemanusiaan ini menegaskan, tragedi kebakaran seperti ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat gotong royong antarwarga. Ia menyerukan agar Pemkab Garut tidak berjalan sendiri dalam membantu warga tertimpa musibah, tetapi menggandeng banyak pihak, mulai dari perusahaan, lembaga sosial, hingga ASN.
“Pemerintah daerah harus mampu memaksimalkan potensi CSR perusahaan, terutama CSR Bank BJB, serta dana umat dari Baznas. Selain itu, solidaritas ASN juga bisa dihidupkan melalui iuran ASN maupun Korpri untuk membantu membangun kembali rumah Emak Oyoh dan Emak Entet,” tegasnya.
Tak hanya berhenti pada tataran lokal, Yudha juga berharap Kementerian Sosial RI segera Rolex replica watches turun tangan. Ia meminta agar dilakukan asesmen lapangan untuk memberi bantuan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) bagi kedua lansia tersebut.
“Saya berharap Kementerian Sosial bisa segera turun tangan memberikan bantuan RST bagi mereka. Saya juga meminta Dinsos Garut untuk memfasilitasi agar asesmen ini bisa cepat terealisasi,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Yudha juga menyampaikan pesan moral yang menyentuh hati: bahwa kemanusiaan tidak mengenal jabatan, partai, atau strata sosial. Ia mengajak masyarakat untuk kembali menumbuhkan empati dan rasa peduli, terutama terhadap para lansia dhuafa yang kerap terabaikan.
“Semoga semakin banyak pihak yang mau bahu-membahu membantu sesama. Dengan kepedulian bersama, kita bisa menghadirkan kembali senyum di wajah Emak Oyoh dan Emak Entet,” ucapnya lirih namun penuh makna.
Sementara itu, Kepala Desa Padamukti, Alit M. Abdullah, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan kehadiran langsung Yudha Puja Turnawan di tengah warganya yang berduka.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Yudha yang sudah datang langsung membantu warga kami. Semoga kebaikan beliau dibalas oleh Allah SWT dengan berlipat ganda,” tuturnya.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan wakil rakyat bukan hanya soal duduk di kursi legislatif, tetapi tentang hadir di tengah rakyat yang terluka. Dalam kobaran api yang melahap rumah Emak Oyoh dan Emak Entet, justru muncul nyala lain nyala kepedulian dan kemanusiaan.
Karena sejatinya, kata Yudha, membangun Garut bukan hanya tentang infrastruktur dan kebijakan, tetapi juga tentang membangun hati dan rasa kemanusiaan.(**)












