Pojokgarut.com ---- Di tengah anggapan bahwa olahraga billiard identik dengan kalangan dewasa, muncul sosok bocah berbakat asal Kabupaten Garut yang berhasil mematahkan stigma tersebut. Di usianya yang masih sangat muda, Muhammad Sabiq Alfatih, siswa kelas 4 SDN 1 Tarogong, Kecamatan Tarogong Kidul, telah menjelma menjadi salah satu atlet muda billiard yang diperhitungkan di berbagai turnamen bergengsi.
Lahir di Garut pada 18 Maret 2015, putra pasangan Yudi Permana dan Selly Melany ini menjadi fenomena tersendiri dalam dunia olahraga billiard. Meski baru menginjak usia 11 tahun, kemampuan bermainnya mampu bersaing dengan para pemain yang jauh lebih senior dan berpengalaman.
Keberanian, ketenangan, serta kematangan strategi yang ditunjukkan Sabiq saat berada di depan meja billiard sering kali membuat para penonton maupun lawannya tak percaya bahwa dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar.
Sejak mulai mengenal billiard pada usia delapan tahun saat masih duduk di kelas 2 SD, bakat luar biasa Sabiq terus berkembang pesat. Dengan dukungan penuh keluarga serta latihan yang disiplin, kemampuannya meningkat secara signifikan hingga mampu tampil di berbagai kejuaraan tingkat regional maupun nasional.
Yang membuat prestasi Sabiq semakin istimewa adalah keberhasilannya bersaing dalam kategori umum yang mayoritas diikuti pemain dewasa. Tanpa rasa gugup ataupun minder, ia tampil percaya diri menghadapi lawan-lawan yang usianya jauh di atas dirinya.
Berbagai prestasi pun berhasil diraih. Di antaranya menjadi Semifinalis Turnamen Mantra Pool Academy Bandung pada 10 April 2026, serta meraih Runner Up Turnamen 32 Billiard Cempaka Putih Jakarta, sebuah kompetisi yang diikuti para pemain berkualitas dari berbagai daerah.
Tak hanya itu, jika dihitung dari berbagai kejuaraan yang pernah diikutinya, Sabiq telah berkali-kali naik podium. Koleksi prestasinya bahkan mencapai puluhan penghargaan dari berbagai turnamen yang digelar di Garut, Bandung, Jakarta, dan sejumlah kota besar lainnya.
Konsistensinya menembus babak-babak akhir kompetisi membuat namanya mulai dikenal luas di kalangan komunitas billiard nasional. Dalam setiap turnamen yang diikutinya, Sabiq hampir selalu menjadi kandidat kuat juara dan kerap mencuri perhatian karena kemampuannya yang jauh melampaui rata-rata anak seusianya.
Prestasi yang diraih Sabiq menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Garut. Di tengah upaya daerah melahirkan atlet-atlet berprestasi, kehadiran Sabiq layaknya "harta karun" yang ditemukan dari cabang olahraga billiard. Potensi besar yang dimilikinya menjadi aset berharga yang harus terus dibina agar mampu berkembang menjadi atlet profesional masa depan.
Banyak pihak menilai bahwa dengan pembinaan yang tepat dan dukungan yang berkelanjutan, Sabiq berpeluang besar menjadi salah satu atlet billiard terbaik Indonesia. Bahkan, langkahnya kini mulai mengarah ke panggung internasional.
Pada bulan Juli 2026 mendatang, Sabiq dijadwalkan mengikuti agenda pertandingan di Ho Chi Minh City, Vietnam. Sementara pada Agustus 2026, ia akan kembali tampil dalam agenda internasional di Taipei, yang menjadi kesempatan besar untuk mengukur kemampuan sekaligus membawa nama Kabupaten Garut dan Indonesia di level dunia.
Perjalanan Sabiq menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dengan kerja keras, disiplin, dukungan keluarga, dan semangat pantang menyerah, seorang anak sekolah dasar dari Kompleks Intan Regency Tarogong Kidul kini mampu berdiri sejajar dengan para atlet dewasa.
Harapan besar kini tertumpu pada pundak bocah berbakat tersebut. Tidak hanya sebagai calon atlet masa depan, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi muda Garut bahwa prestasi bisa diraih dari mana saja, termasuk dari meja billiard yang selama ini jarang dilirik sebagai ladang pembinaan atlet usia dini.
Muhammad Sabiq Alfatih kini bukan sekadar anak berbakat. Ia telah menjadi simbol lahirnya generasi atlet baru Kabupaten Garut yang siap mengukir prestasi dan mengharumkan nama daerah, bangsa, dan negara di pentas nasional hingga internasional.




