Pojok Garut
Kategori
Akun

Ossy Dermawan Perkuat Sistem Meritokrasi, ATR/BPN Siapkan Pengembangan Karier 33.000 ASN Berbasis Kompetensi

Ossy Dermawan Perkuat Sistem Meritokrasi, ATR/BPN Siapkan Pengembangan Karier 33.000 ASN Berbasis Kompetensi
Pojokgarut.com, Jakarta – Pembenahan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu agenda penting Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, mengambil peran strategis dalam mendorong penerapan manajemen talenta agar pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN) berlangsung lebih objektif, transparan, dan berlandaskan kompetensi.
Komitmen tersebut ditegaskan Ossy saat memimpin Ekspose Manajemen Talenta Kementerian ATR/BPN di hadapan Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kamis (5/11/2026), di Jakarta. Agenda ini menjadi bagian dari upaya memastikan sistem pengelolaan karier pegawai berjalan sesuai prinsip meritokrasi.
Di hadapan jajaran BKN, Ossy menekankan bahwa kekuatan sebuah lembaga tidak semata-mata ditentukan oleh sistem kerja, tetapi juga kualitas orang-orang yang menjalankannya. Terlebih, ATR/BPN memiliki lebih dari 33.000 ASN yang bertugas di berbagai wilayah Indonesia dengan karakteristik dan kebutuhan pelayanan yang beragam.
Karena itu, menurut Ossy, setiap pegawai harus mendapatkan kesempatan yang adil untuk mengembangkan kapasitas dan meniti jenjang karier. Penilaian tidak boleh didasarkan pada faktor kedekatan atau pertimbangan subjektif, melainkan harus mengacu pada kompetensi, rekam jejak kinerja, serta potensi masing-masing ASN.
Ossy juga menegaskan bahwa manajemen talenta tidak boleh berhenti sebagai pemenuhan regulasi kepegawaian. Sistem tersebut harus menjadi budaya organisasi yang diterapkan secara konsisten, mulai dari tingkat pimpinan hingga seluruh unit kerja.
Untuk mewujudkannya, ATR/BPN menyiapkan empat langkah strategis, yakni memperkuat komitmen pimpinan dalam pemetaan talenta, mengoptimalkan peran Komite Talenta ASN, meningkatkan integrasi dan validitas data melalui SIASN dan SIMATA, serta membangun keterbukaan dalam proses pengembangan karier pegawai. Pemetaan melalui sembilan kotak talenta juga menjadi instrumen untuk mengidentifikasi kemampuan dan potensi pegawai secara lebih terukur.
Ossy berpandangan, pembenahan sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan perbaikan sistem pelayanan. Hal ini penting karena lebih dari 80 persen aktivitas ATR/BPN berkaitan langsung dengan pelayanan publik.
Atas dasar itu, ia menilai pembenahan sistem dan kualitas SDM merupakan dua pekerjaan utama yang tidak dapat dipisahkan. Ia juga membuka ruang penguatan koordinasi dengan BKN agar penerapan manajemen talenta di lingkungan ATR/BPN berjalan sesuai standar dan kebutuhan organisasi.
Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, menyambut positif langkah tersebut. Ia menilai manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menyiapkan ASN yang memiliki standar kompetensi sesuai kebutuhan jabatan, sekaligus menjaga profesionalisme birokrasi di tengah perubahan kebijakan dan prioritas pemerintahan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, memaparkan perkembangan pemetaan talent pool yang sedang dilaksanakan di lingkungan kementerian. Pemaparan tersebut menjadi bagian dari evaluasi kesiapan sistem sebelum penerapan manajemen talenta diperkuat lebih lanjut.
Pertemuan ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Ekspose Manajemen Talenta oleh Ossy Dermawan bersama Kepala BKN. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BPSDM ATR/BPN Agustyarsyah serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN.
Langkah yang didorong Ossy ini menempatkan pengelolaan SDM sebagai fondasi pembenahan birokrasi ATR/BPN. Dengan sistem karier yang semakin terukur dan terbuka, kementerian diharapkan mampu menempatkan pegawai sesuai kapasitasnya sehingga kualitas pelayanan pertanahan kepada masyarakat semakin meningkat.****