Pojokgarut.com – Pemerintah Kabupaten Garut terus mengakselerasi lahirnya generasi muda yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi. Langkah itu ditegaskan langsung oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin saat membuka Bootcamp Kewirausahaan Organisasi Pemuda di Graha Patriot, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut mengusung tema "Membangun Organisasi Pemuda yang Produktif dan Mandiri". Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam mencetak organisasi kepemudaan yang mampu membangun usaha secara profesional, inovatif, dan berkelanjutan.
Dalam arahannya, Bupati Syakur menegaskan bahwa kemajuan Garut tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada keberanian generasi muda membangun ekosistem kewirausahaan yang kuat. Menurutnya, organisasi kepemudaan harus mampu bertransformasi menjadi ruang lahirnya inovasi, kolaborasi, hingga peluang usaha yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
"Bootcamp ini sangat baik karena membangun ekosistem wirausaha yang sehat. Di sini para pemuda bisa bertukar pengalaman, berbagi pengetahuan, menyatukan mimpi, hingga melahirkan gagasan besar yang akan menjadi kekuatan bersama untuk membangun Garut ke depan," ujar Syakur.
Ia menilai, pertemuan para kader organisasi kepemudaan dalam satu forum menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring, memperkuat kolaborasi, sekaligus melahirkan pengusaha-pengusaha muda yang mampu bersaing di tengah tantangan ekonomi yang semakin dinamis.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut, Asep Mulyana, menjelaskan bahwa bootcamp tersebut merupakan implementasi nyata hasil Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 yang menempatkan kewirausahaan pemuda sebagai salah satu program prioritas pembangunan daerah.
Menurut Asep, tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong setiap organisasi kepemudaan memiliki unit usaha yang mampu menopang kemandirian organisasi sehingga tidak selalu bergantung pada bantuan dari berbagai pihak.
Antusiasme pemuda Garut, kata dia, menunjukkan semangat besar untuk berkembang. Sebanyak 133 kader organisasi kepemudaan mengikuti proses pendaftaran. Setelah melewati seleksi administrasi dan penilaian proposal usaha secara ketat, hanya 50 peserta terbaik yang dinyatakan lolos mengikuti bootcamp.
"Mereka dipilih berdasarkan komitmen, kreativitas, inovasi, dan kesiapan menjalankan usaha yang berkelanjutan di organisasinya masing-masing," jelas Asep.
Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan pembekalan menyeluruh mulai dari pembentukan karakter wirausaha, penyusunan model bisnis, strategi pemasaran digital, pengelolaan keuangan usaha, pengembangan bisnis, hingga penyusunan rencana aksi yang siap diterapkan setelah program selesai.
Melalui bootcamp ini, Pemerintah Kabupaten Garut berharap lahir organisasi-organisasi kepemudaan yang semakin mandiri secara ekonomi, mampu menciptakan peluang kerja baru, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kreativitas dan inovasi generasi muda. Dengan langkah tersebut, kepemimpinan Bupati Abdusy Syakur Amin kembali menegaskan komitmennya membangun ekosistem kewirausahaan yang kuat sebagai fondasi masa depan Garut yang lebih maju dan berdaya saing.(**")




