Pojok Garut
Kategori
Akun

Jelang Konfercab GP Ansor Garut, Kaka Hifaz Umar Tawarkan Gagasan HEBAT untuk Kemandirian Kader

Jelang Konfercab GP Ansor Garut, Kaka Hifaz Umar Tawarkan Gagasan HEBAT untuk Kemandirian Kader
Pojokgarut.com — Bursa kandidat Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Garut menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) 2026 mulai mengerucut. Sejumlah gagasan bermunculan, tetapi bagi Kaka Hifaz Umar, pergantian kepemimpinan bukan sekadar soal siapa yang menduduki kursi ketua.
Ia menawarkan sesuatu yang lebih substantif: arah baru bagi Ansor Garut agar semakin kuat dalam kaderisasi, mandiri secara ekonomi, serta hadir nyata di tengah kehidupan masyarakat.
Kaka Hifaz Umar, kader yang tumbuh dari lingkungan pergerakan Ansor, menyatakan kesiapan untuk mengambil bagian dalam kontestasi kepemimpinan tersebut. Ia membawa visi “HEBAT”, yang merupakan kependekan dari Hijau, Edukatif, Berdaya Saing, Adaptif, dan Transformatif.
Gagasan itu menjadi tawaran Kaka Hifaz untuk menjawab tantangan organisasi kepemudaan di tengah perubahan sosial yang bergerak cepat.
Menurut dia, GP Ansor Garut harus mampu menjaga akar ideologisnya sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi kreativitas dan kemandirian kader.
“GP Ansor Garut harus menjadi wadah pemuda yang kuat secara ideologi, tetapi juga mampu beradaptasi dan memiliki daya saing. Visi HEBAT ini berangkat dari nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah untuk mendorong kemandirian kader dan umat serta memperkuat kontribusi Nahdlatul Ulama,” ujar Kaka Hifaz Umar, Senin (12/10/2026).
Bukan Sekadar Regenerasi
Kaka Hifaz melihat Konfercab sebagai momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus menyusun kembali arah gerakan organisasi. Karena itu, kepemimpinan ke depan, menurutnya, harus ditopang tata kelola yang kuat dan kaderisasi yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Ia menawarkan penguatan idarah atau tata kelola organisasi serta harakah sebagai gerakan. Keduanya dinilai harus berjalan beriringan agar Ansor memiliki organisasi yang tertib sekaligus pergerakan yang terasa manfaatnya.
Kaderisasi pun menjadi salah satu titik tekan. Bagi Kaka Hifaz, Ansor membutuhkan kader yang tidak hanya memahami nilai-nilai ke-NU-an, tetapi juga memiliki kapasitas menghadapi persoalan sosial, ekonomi, teknologi, dan tantangan kepemudaan.
Mendorong Kader Menjadi Pelaku Ekonomi
Salah satu gagasan yang paling ditekankan Kaka Hifaz adalah membangun kemandirian ekonomi kader.
Ia berpandangan, kekuatan organisasi tidak cukup hanya dibangun melalui struktur dan jumlah anggota. Ada aspek lain yang tidak kalah penting, yakni kemampuan kader untuk berdiri secara ekonomi dan menciptakan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Karena itu, ia mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha muda dari lingkungan GP Ansor Garut.
“Kader Ansor jangan hanya menjadi penonton. Kita ingin mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha muda dari rahim Ansor. Ketika kader dan umat memiliki kemandirian ekonomi, organisasi akan semakin kokoh dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Gagasan tersebut sekaligus menempatkan pemberdayaan ekonomi sebagai bagian dari gerakan kaderisasi. Kader tidak hanya dibentuk untuk aktif dalam organisasi, tetapi juga didorong memiliki kemampuan menciptakan peluang dan menjawab persoalan di masyarakat.
Ansor Harus Hadir Saat Masyarakat Membutuhkan
Selain pembenahan internal dan penguatan ekonomi, Kaka Hifaz ingin mempertegas posisi GP Ansor sebagai organisasi yang dekat dengan masyarakat.
Menurut dia, Ansor harus mampu menerjemahkan nilai-nilai ke-NU-an melalui pengabdian yang konkret. Dakwah kultural, kegiatan sosial, hingga keterlibatan dalam penanganan bencana disebut sebagai ruang pengabdian yang harus terus diperkuat.
“Ansor harus selalu ada di tengah masyarakat. Dengan sinergi dan advokasi publik yang kuat, kita ingin memastikan kehadiran Ansor benar-benar memberikan manfaat nyata sekaligus menopang kemandirian kader dan umat,” ujarnya.
Dengan visi HEBAT tersebut, Kaka Hifaz Umar mencoba menawarkan wajah kepemimpinan yang tidak berhenti pada pergantian figur. Ia membawa agenda tentang kaderisasi, tata kelola organisasi, kemandirian ekonomi, pengabdian sosial, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Menjelang Konfercab GP Ansor Garut, gagasan itu kini menjadi salah satu tawaran yang ikut mewarnai dinamika bursa kepemimpinan. Pada akhirnya, forum Konfercab akan menjadi ruang bagi kader untuk menilai bukan hanya siapa yang paling siap memimpin, tetapi juga seberapa jelas arah gerakan yang ditawarkan untuk masa depan GP Ansor Garut.(***)