Pojokgarut.com — Suasana libur panjang kerap identik dengan melambatnya aktivitas pelayanan publik. Namun, hal berbeda justru tampak di lingkungan Perumda Air Minum Tirta Intan Kabupaten Garut. Di tengah momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran direksi memilih tetap siaga, memastikan air bersih tetap mengalir tanpa jeda ke rumah pelanggan.
Rabu, 18 Maret 2026, menjadi hari pertama pelaksanaan piket hari libur. Direktur Administrasi dan Keuangan, Mahmud Gustiawan, terlihat tidak sekadar memantau dari balik meja. Ia turun langsung ke sejumlah cabang pelayanan, meninjau kesiapan petugas sekaligus memastikan seluruh sistem berjalan sesuai rencana.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas administratif. Di lapangan, Mahmud memeriksa kehadiran dan kesiapan sumber daya manusia yang telah dijadwalkan dalam piket. Ia juga berdialog dengan petugas, menggali kendala teknis yang berpotensi mengganggu distribusi air selama masa libur panjang.
“Pelayanan air minum tidak mengenal hari libur. Justru pada momen seperti ini, kebutuhan masyarakat meningkat dan harus dijawab dengan kesiapan maksimal,” ujarnya di sela-sela peninjauan.
Fokus utama pengawasan diarahkan pada tiga aspek krusial: kualitas, kuantitas, dan kontinuitas air. Ketiganya menjadi tolok ukur utama kinerja perusahaan daerah tersebut. Mahmud memastikan bahwa air yang mengalir ke sambungan rumah pelanggan tetap memenuhi standar, baik dari sisi kebersihan maupun tekanan distribusi.
Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap Daftar Rekening Ditagih (DRD) dan capaian pendapatan. Momentum libur Lebaran, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan menurunnya performa keuangan. Ia bahkan menyoroti pentingnya optimalisasi kinerja petugas pencatat meter (cater) agar akurasi data tetap terjaga.
Di sisi lain, pelayanan pembayaran rekening air di kantor cabang tetap dibuka. Kebijakan ini diambil untuk memberi kemudahan bagi pelanggan yang ingin menyelesaikan kewajibannya tanpa harus menunggu hari kerja normal.
Langkah proaktif direksi ini dinilai mencerminkan komitmen kuat terhadap pelayanan publik. Di tengah tantangan operasional saat libur panjang, kehadiran langsung pimpinan menjadi simbol bahwa perusahaan tidak ingin abai terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Kegiatan piket Lebaran ini sekaligus menjadi cerminan dedikasi aparatur pelayanan publik di daerah. Tidak hanya menjaga distribusi air tetap stabil, tetapi juga memastikan kepercayaan masyarakat terhadap layanan tetap terpelihara.
Di balik rutinitas yang tampak sederhana, tersimpan tanggung jawab besar: menjaga agar setiap tetes air tetap sampai ke rumah warga, bahkan saat sebagian besar orang tengah merayakan hari kemenangan.(**)





