Pojokgarut.com — Pelayanan publik tidak semestinya berhenti di balik meja kantor. Prinsip itulah yang dibawa Kantor Pertanahan Kabupaten Garut melalui program ATR/BPN Dekat dengan menghadirkan layanan pertanahan langsung di tengah aktivitas masyarakat dalam Car Free Day (CFD) di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kabupaten Garut, Minggu (18/10/2026).
Program yang berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB tersebut dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Pertanahan Kabupaten Garut, Risky Ferdiana, S.E. Bersama jajaran,
Risky turun langsung untuk membuka akses pelayanan yang lebih dekat,
mudah dijangkau, dan menyesuaikan kebutuhan warga.
Langkah ini bukan sekadar memindahkan lokasi pelayanan. Di baliknya, terdapat upaya menjawab persoalan klasik masyarakat: keterbatasan waktu untuk mengurus administrasi pertanahan di tengah kesibukan bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Melalui kehadiran layanan di ruang publik, Kantor Pertanahan Kabupaten Garut berupaya mengurangi jarak antara institusi dan masyarakat. Warga yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja diharapkan tetap memperoleh kesempatan untuk mengakses informasi serta layanan pertanahan pada hari libur.
Risky Ferdiana: Pelayanan Harus Menjangkau Masyarakat
Risky Ferdiana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program ATR/BPN Dekat sekaligus upaya menghidupkan kembali pola pelayanan yang mendatangi masyarakat secara langsung, termasuk pada hari libur.
“Ya, betul. Hari ini kami bersama jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Garut melaksanakan program nasional ATR/BPN Dekat, dengan melayani masyarakat secara langsung di kawasan CFD Jalan Ibrahim Adjie. Kami ingin masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan meskipun pada hari libur,” ujar Risky.
Menurut dia, pendekatan pelayanan di luar kantor menjadi penting karena tidak semua warga memiliki keleluasaan waktu untuk mengurus kebutuhan pertanahan pada hari kerja. Sebagian masyarakat harus menjalankan pekerjaan sebagai karyawan, pelaku usaha, maupun aktivitas lain yang menyita waktu.
Karena itu, kehadiran petugas di tengah aktivitas warga menjadi salah satu alternatif untuk memperluas akses pelayanan. Masyarakat tidak hanya menunggu datang ke kantor, tetapi juga dapat menjumpai layanan pertanahan melalui kegiatan yang digelar lebih dekat dengan lingkungan mereka.
Risky menegaskan, kegiatan tersebut tidak dimaksudkan sebagai agenda seremonial semata. Kantor Pertanahan Kabupaten Garut ingin membangun pola pelayanan yang lebih terbuka, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara bertahap.
New LARASITA+, Upaya Memperluas Jangkauan Pelayanan
Ke depan, Kantor Pertanahan Kabupaten Garut juga berencana memanfaatkan sarana New LARASITA+ untuk memperluas jangkauan pelayanan hingga ke wilayah-wilayah yang membutuhkan akses lebih dekat.
“Untuk ke depannya, kami menggunakan sarana New LARASITA untuk melayani masyarakat di daerah-daerah. Semoga pelaksanaannya berjalan lancar dan bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Kami siap melayani,” kata Risky.
New LARASITA+ merupakan bagian dari pendekatan pelayanan pertanahan yang diarahkan agar masyarakat lebih mudah memperoleh akses informasi dan layanan. Kehadirannya diharapkan mendukung upaya Kantor Pertanahan Kabupaten Garut dalam memperluas jangkauan, terutama bagi warga yang menghadapi kendala jarak maupun waktu.
Program ATR/BPN Dekat sendiri merupakan pengembangan dari Layanan Rakyat untuk Sertipikasi Tanah (LARASITA). Inisiatif ini sejalan dengan upaya Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional memperluas akses pelayanan kepada masyarakat, termasuk melalui pelaksanaan program di 47 Kantor Pertanahan di wilayah Jawa dan Bali.
Bagi Kantor Pertanahan Kabupaten Garut, keberlanjutan program ini akan menjadi bagian penting dari upaya memperbaiki kualitas pelayanan publik. Kehadiran petugas di ruang publik dan rencana menjangkau daerah-daerah menunjukkan bahwa pelayanan pertanahan membutuhkan pendekatan yang tidak hanya administratif, tetapi juga adaptif terhadap kondisi masyarakat.
Mengukur Kemajuan dari Kemudahan yang Dirasakan Warga
Pelayanan pertanahan memiliki kaitan langsung dengan kepastian hukum atas tanah, tertib administrasi, dan perlindungan hak masyarakat. Karena itu, kemudahan memperoleh informasi dan mengakses layanan menjadi unsur penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pertanahan.
Kegiatan ATR/BPN Dekat di CFD Ibrahim Adjie menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan pendekatan tersebut. Pelayanan yang hadir di tengah aktivitas masyarakat membuka peluang bagi warga untuk memperoleh informasi tanpa harus selalu mengalokasikan waktu khusus untuk datang ke kantor.
Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari kehadiran petugas di ruang publik. Keberlanjutan layanan, kejelasan informasi, jangkauan wilayah, serta tindak lanjut atas kebutuhan masyarakat juga menjadi unsur penting dalam memastikan manfaat program benar-benar dirasakan.
Di bawah koordinasi jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Garut, kegiatan yang dipimpin Risky Ferdiana ini menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat pelayanan yang lebih dekat dengan warga. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi pelaksanaan, memperluas jangkauan melalui New LARASITA+, dan memastikan masyarakat memperoleh pelayanan sesuai ketentuan. (Raja Risnandi)
